Batu Bara – Kabar73.com || Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kabupaten Batu Bara merespons ajakan PW IPA Sumatera Utara terkait dugaan penutupan aliran Sungai Badak Mati oleh PT MNA. HIMMAH menilai narasi yang berkembang perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ketua PC HIMMAH Batu Bara, Muhammad Yassir Pratama, menegaskan bahwa setiap aspirasi sah disampaikan, namun harus didukung data akurat dan kajian yang menyeluruh.
“Penyampaian pendapat itu hak semua pihak, tetapi harus berimbang dan tidak menggiring opini publik secara sepihak,” ujarnya.
Ia menilai persoalan yang mencuat sebaiknya dikaji secara komprehensif dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna menghindari informasi yang simpang siur.
“Jika ada persoalan, penyelesaiannya harus melalui jalur yang tepat, dengan pendekatan dialog dan analisis objektif,” katanya.
HIMMAH juga mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif, terutama di tengah upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah.
“Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Serahkan pada pihak berwenang untuk menanganinya,” tambah Yassir.
Ia menegaskan, HIMMAH Batu Bara akan terus mengawal isu-isu daerah secara konstruktif dan mendorong penyelesaian yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Kami percaya setiap persoalan bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik tanpa memperkeruh suasana,” tutupnya. (red)













