Asahan – Kabar73.com || Prestasi membanggakan datang dari dunia seni pertunjukan Sumatera Utara. Seorang dosen di Universitas Negeri Medan, Desy Wulan Pita Sari Damanik, berhasil meraih hibah Dana Indonesiana 2026 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dalam kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.
Penghargaan tersebut diberikan kepada seniman yang dinilai mampu menghadirkan karya baru dengan pendekatan inovatif, namun tetap mengangkat nilai dan kekayaan budaya lokal. Keberhasilan Desy menembus program hibah nasional itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia seni di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Asahan.
Desy yang berasal dari Kisaran, Kabupaten Asahan dikenal aktif sebagai akademisi sekaligus seniman tari. Selain menjalankan tugas sebagai pengajar di kampus, ia juga mengembangkan komunitas seni tari bernama Embashon Dance Crew, yang menjadi wadah kreativitas generasi muda di bidang seni pertunjukan.
Dalam aktivitas akademik dan keseniannya, Desy banyak melakukan riset koreografi dengan memadukan unsur tradisi dan pendekatan tari kontemporer. Upaya tersebut bertujuan menghadirkan karya seni yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyampaikan pesan budaya kepada masyarakat.
Program Dana Indonesiana sendiri merupakan bagian dari dana abadi kebudayaan yang dikelola pemerintah untuk mendukung keberlanjutan karya seni dan penguatan ekosistem budaya nasional. Melalui program ini, para seniman diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif sekaligus memperluas ruang ekspresi budaya.
Sebagai penerima hibah tahun 2026, Desy akan menciptakan sebuah karya tari berjudul “M.A.R.T.O.L.U Sa Odoran”. Karya tersebut terinspirasi dari filosofi kehidupan masyarakat Simalungun yang dikenal dengan konsep Tolu Sahundulan dan Lima Saodoran, yang menggambarkan keseimbangan hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Konsep karya tari tersebut juga mengambil inspirasi dari Hiou, kain tradisional masyarakat Simalungun yang memiliki makna simbolis dalam berbagai tahapan kehidupan.
Melalui komposisi gerak tari, karya tersebut akan menggambarkan perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga mencapai fase kehidupan yang lebih tinggi. Nilai-nilai kekerabatan dalam budaya Simalungun seperti hubungan antara Tondong, Sanina, dan Boru juga akan divisualisasikan dalam rangkaian koreografi.
Pertunjukan perdana karya tari “M.A.R.T.O.L.U Sa Odoran” direncanakan berlangsung pada 23 Mei 2026 di Taman Budaya Medan pada pukul 20.00 WIB.
Dalam proses produksi karya tersebut, Desy bekerja sama dengan sejumlah seniman dari berbagai daerah. Kolaborasi ini melibatkan Russel Akbar Fauzi dari Sumatera Barat serta Tifan Muhammad Amirulloh dari Jawa Barat, serta didukung oleh sejumlah seniman lokal di Kota Medan.
Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan mampu memperkaya perspektif artistik dalam pertunjukan sekaligus memperkuat pesan budaya yang ingin disampaikan melalui karya tari tersebut.
Melalui karya tersebut, Desy berharap nilai-nilai budaya masyarakat Simalungun dapat terus dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda, sekaligus membuktikan bahwa tradisi daerah tetap relevan untuk diangkat dalam bentuk seni pertunjukan modern. (red)














