Kabar73.com – Asahan || Universitas Asahan (UNA) membuat gebrakan dengan mengubah Perpustakaan Desa Ambalutu menjadi pusat edukasi digital yang keren dan inspiratif! Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Literasi Cerdas: Optimalisasi Perpustakaan Desa Ambalutu sebagai Pusat Edukasi Berbasis Digitalisasi,” UNA menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kemampuan digital masyarakat desa.
Tim dosen UNA yang diketuai oleh Sri Rahmayanti Yanti, S.Pd., M.Pd bersama Dr. Dailami, M.I.Kom, Khairul Saleh, S.Kom., M.Kom serta 2 orang mahasiswa yaitu Ahmad Dani dan Nur Winda Dewi, turun langsung untuk mengubah perpustakaan konvensional menjadi ruang belajar digital yang asyik dan modern. Mereka percaya, dengan akses ke informasi yang lebih luas, masyarakat desa bisa meningkatkan kualitas diri dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Rektor Universitas Asahan, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H, memberikan pujian setinggi langit untuk program ini. Beliau mengatakan, perpustakaan desa harus jadi tempat belajar yang kekinian. Digitalisasi adalah kunci untuk membuka akses informasi seluas-luasnya bagi masyarakat desa.
Ketua Pengurus Yayasan Universitas Asahan, Drs. Mapilindo, M.Pd, juga memberikan dukungan penuh dan berharap program seperti ini terus dikembangkan. Menurutnya, program literasi digital ini sangat penting karena sejalan dengan visi yayasan untuk mendorong pendidikan yang inklusif dan berbasis teknologi.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan, Assoc. Prof. Dr. Drs. Bambang Gulyanto, S.H., M.Pd, menambahkan bahwa perpustakaan digital punya peran penting dalam membangun budaya literasi dan semangat belajar sepanjang hayat.
“Perpustakaan desa berbasis digital tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi sarana edukatif yang memperkuat karakter belajar mandiri dan literasi kritis masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya dengan semangat.
Ketua LPPM Universitas Asahan, Dra. Hamidah Sidabalok, M.Hum, juga memastikan bahwa program PKM ini dirancang dengan matang dan berorientasi pada keberlanjutan. Mereka tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan, penyusunan SOP, serta monitoring dan evaluasi berkala.
Tim PKM memberikan pelatihan literasi digital kepada perangkat desa, pengurus PKK, dan siswa sekolah dasar. Materi pelatihannya meliputi pemanfaatan aplikasi perpustakaan digital, pengelolaan koleksi bacaan elektronik, serta cara memilah informasi dengan bijak di era digital.
Hasilnya? Kualitas layanan perpustakaan meningkat, pengelola semakin profesional, dan minat baca masyarakat semakin tinggi. Tingkat kepuasan pengguna perpustakaan digital mencapai skor 4,5 – angka yang fantastis.
Digitalisasi Perpustakaan Desa Ambalutu juga membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk perangkat desa, kelompok PKK, institusi pendidikan, dan sektor swasta. Kolaborasi ini memperkuat pengelolaan dan menjamin keberlanjutan program.
Meskipun demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan dan kesiapan teknologi sebagian warga. Namun, UNA tidak menyerah! Mereka sudah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mengatasi tantangan ini.
Langkah Strategis untuk Keberlanjutan Program
Beberapa langkah strategis yang disiapkan antara lain:
• Pembentukan kader literasi digital dari kalangan generasi muda dan pengurus PKK.
• Penyusunan rencana kerja berkelanjutan dan SOP pengelolaan perpustakaan digital.
• Pelaksanaan monitoring dan evaluasi berkala minimal tiga kali dalam setahun.
• Integrasi perpustakaan digital ke dalam kegiatan rutin desa serta sistem pembelajaran di sekolah setempat.
Program ini membuktikan bahwa perpustakaan desa berbasis digital sangat efektif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat dan memperkuat ekosistem edukasi komunitas. Model pengabdian ini layak banget untuk dicontoh di desa-desa lain.
Dengan kegiatan ini, Universitas Asahan sekali lagi menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan. (yas)














