Kabar73.com – Asahan || Dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Asahan sepanjang tahun 2025 terekam dalam catatan kepolisian. Sepanjang satu tahun terakhir, Polres Asahan menerima 2.127 laporan tindak pidana dari masyarakat. Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, namun aparat kepolisian memastikan proses penegakan hukum tetap berjalan efektif.
Dalam paparan rilis akhir tahun yang digelar di Mapolres Asahan, Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani menegaskan bahwa peningkatan laporan tidak serta-merta mencerminkan situasi yang memburuk, melainkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Setiap laporan yang masuk menjadi tanggung jawab kami. Fokus kami bukan hanya penindakan, tetapi juga kecepatan dan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).
Dari ribuan laporan tersebut, kepolisian mencatat tingkat penyelesaian perkara mencapai 78 persen, dengan 1.656 kasus berhasil dituntaskan oleh Satuan Reserse Kriminal. Sejumlah kejahatan konvensional masih mendominasi, terutama pencurian dengan pemberatan, yang tercatat sebagai kasus terbanyak sepanjang 2025.
Selain itu, kejahatan perjudian dan tindak pidana persetubuhan juga menjadi perhatian serius, seiring meningkatnya dampak sosial yang ditimbulkan terhadap masyarakat.
Di sisi lain, peredaran narkotika tetap menjadi ancaman utama. Sepanjang 2025, Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangani ratusan perkara narkoba dan mengamankan ratusan tersangka dari berbagai jaringan. Kapolres menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa ditawar karena menyasar langsung generasi muda.
“Kami menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas karena efek destruktifnya sangat luas, baik bagi keluarga maupun masa depan daerah,” tegasnya.
Fenomena geng motor juga kembali mencuat sepanjang tahun ini. Aparat kepolisian berhasil mengungkap belasan kasus dengan puluhan tersangka. Seluruh perkara tersebut telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses hukum lanjutan, sebagai bentuk komitmen menekan kejahatan jalanan yang meresahkan warga.
Sementara itu, di sektor lalu lintas, catatan kecelakaan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ratusan kejadian kecelakaan terjadi di berbagai ruas jalan Asahan, menyebabkan puluhan korban jiwa serta kerugian materi yang tidak sedikit. Kondisi ini mendorong kepolisian untuk terus mengintensifkan edukasi dan penegakan hukum di bidang keselamatan berlalu lintas.
Menutup evaluasi akhir tahun, AKBP Revi Nurvelani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepatuhan hukum, serta menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita semua. Catatan tahun ini menjadi pijakan untuk bekerja lebih baik di 2026,” pungkasnya. (yas)














