ASAHAN – Kabar73.com || Suasana Imlek 2577 Kongzili tahun 2026 di Kabupaten Asahan diprediksi tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih pesta besar dan perayaan meriah, masyarakat Tionghoa justru diajak merayakan Tahun Baru dengan cara lebih tenang dan penuh makna.
Ajakan itu datang dari Pengurus Cabang Indonesia Tionghoa (PC INTI) Asahan yang mengimbau warga untuk menekan kemewahan dan mengedepankan rasa empati. Langkah tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih dilanda duka akibat bencana alam, membuat banyak keluarga belum sepenuhnya bangkit dari keterpurukan.
Ketua PC INTI Asahan, Darmin Tanudjaja, menyampaikan bahwa momen Imlek sejatinya bukan soal gemerlap lampion, pesta makan besar, atau hiburan meriah. Baginya, nilai utama perayaan Tahun Baru Tionghoa justru terletak pada kebersamaan keluarga serta kepedulian sosial.
Ia menilai, di tengah situasi sebagian masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan, sikap sederhana menjadi bentuk solidaritas nyata. Darmin pun mengajak warga memusatkan perayaan pada doa, kumpul keluarga, serta berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan.
“Lebih baik kita rayakan dengan hati yang hangat dan penuh empati. Saat saudara-saudara kita masih tertimpa musibah, sudah semestinya kita tidak berlebihan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris PC INTI Asahan, Bustami Chie Pit, menambahkan bahwa makna Imlek tidak pernah diukur dari megahnya acara. Menurutnya, keharmonisan di dalam rumah, kebersamaan antaranggota keluarga, dan sikap saling peduli justru menjadi inti dari tradisi Tionghoa yang telah diwariskan turun-temurun.
PC INTI berharap Imlek Tahun Kuda Api 2026 dapat menjadi titik refleksi bersama. Pergantian shio dipandang sebagai momentum untuk memperbaiki diri, mempererat solidaritas, sekaligus membangun semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, organisasi tersebut juga mendorong warga memanfaatkan perayaan dengan memperbanyak aksi sosial, seperti membantu korban bencana atau berbagi kepada kaum dhuafa. Dengan begitu, Imlek bukan sekadar seremoni, tetapi membawa dampak nyata bagi sesama.
Perayaan yang lebih sederhana, namun sarat makna, diharapkan justru menghadirkan keberkahan dan energi positif bagi seluruh masyarakat Asahan di tahun yang baru. (yas)














