Kabar73.com, Asahan – Pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas Perkasa di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, mengalami kebakaran hebat sejak tadi malam. Pihak perusahaan dan polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Informasi yang beredar di media sosial, adanya korban jiwa itu tidak benar. Sampai sejauh ini, tidak ada korban jiwa,” kata HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya saat diwawancarai di lokasi, Rabu (28/1/2026).
Maya mengatakan kebakaran itu diketahui sekira pukul 21.50 WIB. Saat itu, karyawan memang tengah beristirahat untuk pergantian shift dari shift kedua ke ketiga.
“Bahwa kejadian ini terjadi sekitar 21.50 WIB shift 2 dan itu waktu istirahat. Kita kan ada shift, shift 3 ini nggak bisa masuk lagi,” jelasnya.
Perusahaan juga belum mengetahui pasti penyebab kebakaran itu. Namun, asap pertama kali terlihat dari gudang bahan baku.
“Asap dari sana, sumbernya kita nggak tahu. itu gudang bahan kayak goni, bahan yang mau dipakai, bahan yang mau dijual,” jelasnya.
Kapolsek Medan Labuhan Kompol Tohap Sibuea mengatakan sejauh ini pihaknya juga belum mendapat informasi soal adanya korban jiwa atau luka-luka dalam kejadian itu.
“Korban jiwa tidak ada, luka-luka pun kita tanya dari pihak perusahaan itu tidak ada,” kata Tohap saat dikonfirmasi detikSumut.
Tohap mengatakan pihaknya tengah menyelidiki titik awal munculnya api tersebut. Namun, dari keterangan saksi, asap pertama kali terlihat dari gudang bahan baku.
“Kalau dari gedungnya awal mula katanya dari gedung bahan baku perusahaan,” kata Tohap.
Dia menyebut penyebab kebakaran pabrik yang memproduksi sandal merek Swallow itu juga masih dalam penyelidikan. Pihaknya bekerjasama dengan Bid Labfor Polda Sumut untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Untuk asal api masih kita selidiki, kita masih penyelidikan. Kami masih koordinasi dengan Bid Labfor Polda Sumut untuk mengetahui asal mulanya,” jelasnya.
Perwira menengah polri itu menyebut kerugian material akibat kebakaran itu belum bisa dipastikan. Saat ini, kata Tohap, proses pemadaman juga masih berlangsung.
“Kerugian material belum bisa kita perkirakan, pemadaman masih berlangsung sampai sekarang,” sebutnya. (red)














