Medan – Kabar73.com || Pergerakan harga emas kembali mencuri perhatian publik, khususnya di Kota Medan. Memasuki awal pekan ini, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) mencatatkan lonjakan signifikan hingga menembus angka Rp2,9 juta per gram, memicu spekulasi baru di kalangan investor dan masyarakat.
Data terbaru dari Butik Antam Medan, Senin (26/1/2026), menunjukkan harga emas Antam ukuran 1 gram kini dipatok Rp2.917.000. Angka ini melonjak Rp30.000 dibandingkan harga sebelumnya yang masih berada di level Rp2.887.000 per gram.
Kenaikan tersebut memperpanjang tren penguatan emas yang sudah berlangsung sejak awal tahun dan dinilai sebagai respons atas kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Harga Buyback Ikut Naik, Investor Makin Diuntungkan
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam di Medan juga ikut terkerek naik. Saat ini, harga buyback berada di kisaran Rp2.750.000 per gram, menjadikan emas sebagai salah satu instrumen lindung nilai yang tetap menarik.
Dengan selisih harga jual dan buyback yang relatif stabil, emas masih menjadi pilihan favorit bagi masyarakat yang ingin menjaga nilai aset di tengah fluktuasi ekonomi.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam di Medan Hari Ini
Berikut rincian harga emas Antam di Butik Antam Medan per 26 Januari 2026:
0,5 gram: Rp 1.508.500
1 gram: Rp 2.917.000
2 gram: Rp 5.784.000
3 gram: Rp 8.658.000
5 gram: Rp 14.400.000
10 gram: Rp 28.720.000
25 gram: Rp 71.635.000
50 gram: Rp 143.105.000
100 gram: Rp 286.060.000
Lonjakan harga ini membuat emas ukuran kecil hingga menengah semakin diminati, terutama oleh pembeli ritel yang memanfaatkan momentum kenaikan bertahap.
Kenapa Harga Emas Medan Lebih Mahal dari Jakarta?
Harga emas Antam di Medan tercatat lebih tinggi dibandingkan Jakarta, seperti di Butik Logam Mulia Pulo Gadung, Menara Ravindo, Mal Ambassador, atau Gedung Antam.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh biaya distribusi dan asuransi pengiriman dari Jakarta ke Medan. Faktor logistik inilah yang membuat harga emas di luar Pulau Jawa cenderung sedikit lebih mahal, meski kualitas dan kadar emas tetap sama.
Penguatan harga emas ini dinilai sebagai sinyal bahwa investor masih mencari aset aman (safe haven). Ketegangan geopolitik global, fluktuasi nilai tukar, serta ketidakpastian arah suku bunga dunia menjadi faktor pendorong utama.
Dengan tren seperti ini, tak sedikit pengamat memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak naik dalam jangka menengah, meski tetap disertai risiko koreksi. (red)














