Kabar73.com – Asahan || Peringatan Milad Muhammadiyah Ke-113 membawa momen bersejarah bagi Kabupaten Asahan. Di tengah rangkaian acara bertema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, Tapak Suci Putra Muhammadiyah resmi menganugerahkan gelar Pendekar Madya Kehormatan kepada Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar.
Penganugerahan berlangsung khidmat di Rumah Dinas Bupati Asahan, disaksikan Pimpinan Wilayah VIII Dewan Pendekar Tapak Suci Sumut, jajaran PD Muhammadiyah Asahan, OPD, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Penganugerahan tersebut menandai apresiasi organisasi terhadap peran Bupati Taufik dalam menguatkan nilai moral, keberanian, dan karakter masyarakat Asahan. Gelar kehormatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju Muktamar Muhammadiyah Ke-49 yang akan berlangsung di Sumatera Utara.
Pimpinan Pusat Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Drs. H. M. Afnan Hadikusumo, menegaskan bahwa pemberian gelar ini bukan semata kehormatan simbolik, tetapi bentuk pengakuan nasional kepada figur yang dianggap konsisten dengan prinsip dasar Tapak Suci. Ia menyebut bahwa Tapak Suci menjunjung keberanian, keteguhan akhlak, dan komitmen pada kemanusiaan, serta bersifat inklusif tanpa membedakan latar belakang keagamaan. Nilai persaudaraan dan keterbukaan itu, menurutnya, menjadi inti dari peringatan Milad tahun ini.
Bupati Taufik menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Baginya, gelar Pendekar Madya Kehormatan adalah amanah yang akan dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan komitmennya untuk terus berpegang pada nilai-nilai kebenaran, keberanian moral, serta mendukung pembinaan generasi muda yang selama ini menjadi fokus Muhammadiyah dan Tapak Suci.
Dalam kesempatan yang sama, jajaran Muhammadiyah dan Tapak Suci Asahan menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat pembangunan karakter generasi muda, meningkatkan kegiatan sosial-keumatan, serta mendukung visi Asahan Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan.
Penganugerahan gelar pendekar ini mempertegas hubungan baik antara pemerintah daerah dan organisasi keumatan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang kuat secara moral, disiplin, dan berdaya saing untuk kemajuan Asahan. (red)













