Kabar73.com || Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran melancarkan rentetan serangan rudal ke wilayah Tel Aviv dan sekitarnya pada Minggu (5/4/2026). Serangan tersebut memicu kepanikan warga serta menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan permukiman.
Otoritas militer Israel mengungkapkan bahwa sejak dini hari, setidaknya delapan gelombang rudal telah diluncurkan dari Iran menuju wilayahnya. Selain itu, ancaman juga datang dari arah Yaman, yang kembali menembakkan proyektil ke Israel.
Tim medis dari Magen David Adom melaporkan sedikitnya lima orang mengalami luka-luka. Para korban mengalami cedera ringan akibat pecahan kaca hingga dampak gelombang ledakan, dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Di kawasan Bnei Brak, seorang pria berusia 45 tahun mengalami luka akibat serpihan kaca. Sementara itu, tiga korban lainnya—dua pria berusia 20-an dan satu warga lainnya—juga mengalami luka serupa akibat pecahan dan efek ledakan.
Korban lain, pria berusia 52 tahun di Ramat Gan, dilaporkan mengalami luka ringan akibat tekanan gelombang ledakan. Ia segera dibawa ke fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Kerusakan bangunan terlihat cukup parah di beberapa titik. Di wilayah Ramat Gan, bagian atas sebuah rumah dilaporkan hancur, memperlihatkan isi rumah yang berantakan akibat dampak ledakan. Dinding bangunan dipenuhi bekas benturan, sementara sejumlah rumah lain di sekitarnya mengalami kerusakan serupa.
Seorang pekerja sosial, Joy Frankel, menyebut kerusakan tersebut disebabkan oleh serpihan proyektil yang menghantam area permukiman.
Media lokal seperti The Times of Israel melaporkan bahwa salah satu rudal jenis cluster munition jatuh di sekitar pangkalan militer Kirya, yang berada tak jauh dari kantor kementerian pertahanan di Tel Aviv.
Di lokasi lain, kepolisian menyebutkan puing-puing rudal juga ditemukan di wilayah Yerusalem timur. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari kejadian tersebut.
Militer Israel menegaskan sistem pertahanan udara mereka terus dioperasikan untuk mengantisipasi serangan lanjutan. Meski demikian, satu roket dari Lebanon dilaporkan sempat lolos dari deteksi akibat gangguan sistem peringatan, meski akhirnya jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban.
Kelompok bersenjata Hizbullah diketahui terus meluncurkan roket ke wilayah utara Israel sejak awal Maret, menambah eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat bersama Israel melakukan operasi militer terhadap Iran pada akhir Februari. Langkah tersebut memicu respons balasan dari Teheran yang kini terus menggempur wilayah Israel dengan serangan rudal hampir setiap hari. (AFP)














