Batu Bara – Kabar73.com || Momen libur Lebaran 2026 yang seharusnya menjadi waktu rekreasi berubah menjadi pengalaman menegangkan bagi puluhan wisatawan. Sebuah kapal yang mengangkut 64 orang dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Salah Namo, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, pada Senin (23/3/2026).
Kapal tersebut diketahui membawa rombongan wisatawan yang berasal dari dua kota, yakni Medan dan Pekanbaru. Mereka berangkat dengan tujuan berlibur ke Pulau Salah Namo, salah satu destinasi wisata bahari di wilayah tersebut.
Di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan teknis pada bagian mesin. Kondisi ini menyebabkan kapal kehilangan tenaga dan tidak dapat dikendalikan secara optimal. Situasi semakin memburuk ketika air laut mulai masuk ke dalam kapal hingga akhirnya kapal tidak mampu bertahan dan tenggelam.
Dalam kondisi darurat, para penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan menuju daratan terdekat. Seluruh wisatawan berhasil mencapai pesisir Pulau Salah Namo dalam keadaan selamat, meskipun sempat diliputi kepanikan.
Mendapat laporan kejadian, tim gabungan dari kepolisian perairan dan unsur TNI Angkatan Laut segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Proses evakuasi dilakukan dengan memanfaatkan kapal nelayan dan perahu karet guna memastikan seluruh penumpang dapat dievakuasi dengan aman.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati kapal telah sepenuhnya tenggelam. Namun seluruh penumpang sudah berada di daratan. Evakuasi lanjutan dilakukan pada malam hari untuk membawa para korban ke tempat yang lebih aman.
Dari total 64 penumpang, sebanyak 33 orang diketahui berasal dari Medan dan 31 lainnya dari Pekanbaru. Rombongan tersebut juga mencakup anak-anak. Dua awak kapal yang bertugas sebagai nakhoda turut dipastikan selamat dalam peristiwa ini.
Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa awak kapal guna mengungkap penyebab pasti tenggelamnya kapal. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi teknis kapal serta kelayakan operasional sebelum digunakan mengangkut penumpang.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan keselamatan transportasi laut, khususnya pada periode libur panjang yang identik dengan meningkatnya aktivitas wisata. (red)














