Kabar73.com – Asahan || Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Asahan menggelar kegiatan kajian keislaman dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Tak berlangsung di masjid atau aula tertutup, pengajian justru digelar santai di ruang terbuka Alun-Alun Rambate Rata Raya Kisaran, Minggu (1/2/2026).
Uniknya, kegiatan ini dikemas dengan konsep piknik keluarga, sehingga peserta bisa mengikuti kajian sambil bersantai bersama anak dan pasangan. Suasana hangat, penuh canda, namun tetap khusyuk menjadikan acara ini terasa lebih hidup dan berkesan.
Tak heran, kegiatan tersebut langsung menarik perhatian warga yang tengah berakhir pekan di pusat ruang publik kebanggaan masyarakat Kisaran itu.
Kajian ini diinisiasi oleh AMM Asahan yang terdiri dari beberapa organisasi otonom Muhammadiyah, yakni: Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Nasyiyatul Aisyiyah (NA).
Masing-masing anggota hadir dengan mengajak keluarga, membawa tikar dan bekal sederhana, lalu duduk bersama mengikuti tausiyah. Konsep santai ini membuat pengajian terasa lebih inklusif, terutama bagi anak-anak yang tetap bisa bermain tanpa mengganggu jalannya acara.
Ketua Nasyiyatul Aisyiyah Asahan, Adetia Azmi, yang bertindak sebagai penyelenggara menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang kebersamaan sekaligus pembinaan spiritual. Menurutnya, pengajian bukan hanya soal mendengar ceramah, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota.
“Kegiatan pengajian ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat iman. Kami ingin suasananya santai, supaya semua nyaman, termasuk anak-anak,” ujar Adetia.
Ia menambahkan, kajian seperti ini rutin digelar setiap dua bulan sekali sebagai bagian dari agenda pembinaan AMM.
“Kami berharap lewat kegiatan ini hati lebih siap menyambut Ramadan dan ukhuwah antaranggota semakin kuat,” tambahnya.
Kajian menghadirkan Ustaz Agus Salam sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengajak generasi muda Muhammadiyah untuk mempersiapkan diri secara mental dan spiritual sebelum memasuki Ramadan. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum memperbaiki diri.
“Ramadan itu waktu terbaik untuk me-restart hati. Perbaiki niat, jaga ibadah, dan tingkatkan kepedulian sosial,” pesan Ustaz Agus Salam kepada kader Muda Muhammadiyah ini. Penyampaian yang santai namun penuh makna membuat peserta tetap fokus menyimak hingga akhir acara.
Dikatakan Agus Salam, pihaknya yang juga merupakan unsur pengurus daerah Muhammadiyah ini mengapresiasi melalui kegiatan ini, Angkatan Muda Muhammadiyah Asahan menunjukkan bahwa dakwah bisa dilakukan dengan cara kreatif, santai, dan tetap bermakna. Bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga mempererat kebersamaan keluarga. (red)














