Kabar73.com, Asahan – Kabupaten Asahan dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Training of Trainers (ToT) Mubalig dan Mubaligat Muhammadiyah se-Sumatera Utara. Kegiatan strategis ini digelar selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Desember, dan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Sumut.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Asahan sebagai bagian dari penguatan kualitas dan regenerasi dai Muhammadiyah di tingkat daerah hingga cabang.
Ketua Panitia, Zefri Arizky, menyampaikan bahwa kegiatan ToT ini diikuti 40 peserta yang datang dari beragam wilayah, di antaranya Asahan, Medan, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Pematangsiantar, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Dairi, hingga daerah lainnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ToT bukan sekadar pelatihan ceramah, tetapi juga pembekalan keterampilan instruktur dakwah, pengelolaan kegiatan tabligh, serta penguatan kapasitas mubalig dan mubaligat agar mampu menjadi penggerak dakwah yang terorganisir dan berkelanjutan.
Ketua PDM Asahan, Mohd Akhiar MA, menyebut kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat dakwah Muhammadiyah di daerah. Dengan luasnya wilayah Asahan yang memiliki puluhan ranting dan belasan cabang, kebutuhan mubalig dan mubaligat berkualitas menjadi tantangan tersendiri yang harus dijawab melalui pelatihan terstruktur seperti ToT ini.
Ia juga menilai kehadiran para trainer mubalig akan membantu mempercepat pengembangan dakwah Muhammadiyah, sekaligus memperkenalkan amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, mulai dari sekolah hingga perguruan tinggi, kepada masyarakat luas.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Asahan. Perwakilan Bupati Asahan menyampaikan apresiasi atas konsistensi Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas dakwah Islam di Sumatera Utara. Pelatihan ini dinilai sebagai momentum penting dalam mencetak dai yang berilmu, berwawasan organisasi, dan mampu menjawab tantangan dakwah di tengah masyarakat modern.
Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PWM Sumatera Utara, Dr. S. Pari, MA, menekankan bahwa ToT Mubalig dan Mubaligat merupakan ujung tombak dakwah Muhammadiyah. Ia menyebut pelatihan ini sebagai bentuk kolaborasi dakwah yang sangat dibutuhkan persyarikatan, meski masih menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya.
Menurutnya, seorang mubalig tidak hanya dituntut menguasai materi dakwah, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, komunikasi, serta pengalaman praktis dalam membina dan mengelola aktivitas dakwah, baik di dalam maupun di luar kelas pelatihan.
Pelaksanaan ToT di Asahan ini diharapkan menjadi awal penguatan kaderisasi dai Muhammadiyah di tingkat wilayah, sekaligus mendorong keberlanjutan pelatihan serupa ke tingkat yang lebih luas di Sumatera Utara. (red)














