Kabar73.com – Asahan || Dalam suasana penuh khidmat dan semangat nasionalisme, Universitas Asahan (UNA) menggelar upacara bendera memperingati Hari Pahlawan Nasional di Lapangan Kampus UNA, Jalan Jend. A. Yani, Kisaran, Senin (10/11/2025) pagi.
Seluruh civitas akademika – mulai dari pengurus yayasan, pimpinan universitas, dosen, pegawai, hingga mahasiswa – turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Upacara ini dipimpin langsung oleh Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H., yang sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia. Dalam pesannya, Rektor menegaskan pentingnya menjadikan Hari Pahlawan bukan hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat perjuangan di era modern.
“Para pahlawan tidak sekadar nama dalam sejarah, mereka adalah cahaya yang menerangi jalan bangsa hingga kini. Tugas kita adalah menjaga agar api semangat itu tidak padam,” ujar Rektor dengan penuh makna.
Beliau juga menekankan tiga nilai penting yang dapat diteladani dari para pahlawan: kesabaran dalam menghadapi tantangan, pengorbanan tanpa pamrih demi kepentingan bangsa, serta pandangan visioner demi masa depan generasi penerus.
Menurutnya, perjuangan masa kini tidak lagi berhadapan dengan penjajah, tetapi dengan tantangan kemajuan dan perubahan zaman. Karena itu, mahasiswa dan sivitas akademika harus menjawab tantangan tersebut dengan ilmu pengetahuan, empati, dan dedikasi nyata untuk masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Universitas Asahan, Drs. Mapilindo, M.Pd., menyampaikan pesan inspiratif yang relevan dengan dunia pendidikan. Ia mengutip ajaran Ki Hajar Dewantara, “Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani,” yang berarti seorang pendidik harus menjadi teladan di depan, penggerak di tengah, dan pemberi dorongan di belakang.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi dasar yang sejalan dengan semangat perjuangan para pahlawan dalam membangun karakter bangsa. Pendidikan, kata Mapilindo, bukan sekadar soal ilmu, tetapi juga proses menanamkan keteladanan dan tanggung jawab sosial.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara kebersamaan yang diwarnai semangat gotong royong. Civitas akademika menikmati makan siang bersama, kemudian diikuti berbagai lomba seperti baca puisi perjuangan, menyanyi, dan joget kebersamaan. Suasana akrab dan penuh tawa menciptakan momen yang menggambarkan makna sejati Hari Pahlawan — bahwa perjuangan dan persatuan harus terus hidup dalam setiap generasi.
Perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa Universitas Asahan tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan semangat kebangsaan. Melalui kegiatan seperti ini, UNA berkomitmen menanamkan nilai-nilai perjuangan, solidaritas, dan semangat berkarya demi Indonesia yang lebih maju.
“Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan” bukan sekadar tema, melainkan panggilan moral bagi seluruh anak bangsa untuk terus berkontribusi dengan hati, karya, dan pengabdian. (Per)













