Asahan – Kabar73.com || Universitas Asahan (UNA) melantik sejumlah pejabat baru untuk periode 2026-2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Rektor UNA, Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H., di Gedung Zulfirman Siregar, Selasa (7/4/2026).
Dalam agenda tersebut, Rektor melantik Dekan Fakultas Hukum serta jajaran Ketua dan Sekretaris Lembaga Penjamin Mutu (LPM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
Pelantikan ini mengacu pada tiga Surat Keputusan Rektor yang diterbitkan pada 4 April dan 6 April 2026. Momen ini juga mencatat sejarah baru di lingkungan UNA.
Assoc. Prof. Bahmid, S.H., M.Kn., kembali dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menjadi yang pertama di Universitas Asahan.
Selain itu, turut dilantik Dr. Rahmah Dewi Saragih, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua LPM dan Dicky Apdillah, S.T., M.Kom. sebagai Sekretaris LPM. Kemudian Dr. Rumondang Tampubolon, S.Pi., M.Si. sebagai Ketua LPPM serta Dewi Astuti, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris LPPM.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus Yayasan UNA, mulai dari Ketua Pembina Ir. Syarifullah Harahap, M.Si., Ketua Pengurus Drs. Mapilindo, M.Pd., para wakil rektor, dekan, dosen, staf hingga perwakilan mahasiswa.
Dalam sambutannya, Bahmid menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan UNA bukan sekadar tempat bekerja, melainkan tempat membangun kepercayaan dan reputasi.
“Universitas Asahan ini tempat kita bertahan. Bukan hanya mencari nafkah, tapi kita mendapat kepercayaan dari masyarakat. Itu yang harus kita jaga dan perjuangkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim dan rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk dalam meningkatkan prestasi akademik.
Sementara itu, Rektor Mangaraja Manurung menegaskan posisi dekan memiliki peran strategis dalam menentukan arah fakultas. Ia menyebut dekan sebagai ujung tombak dalam menjaga kualitas pendidikan.
“Kedudukan dekan itu sangat strategis. Ini bukan pekerjaan mudah, karena kita berhadapan langsung dengan tantangan peningkatan kualitas dosen hingga lulusan,” tegasnya.
Rektor juga menyoroti peran LPM dan LPPM. Menurutnya, LPPM menjadi motor dalam peningkatan kualitas output, sementara LPM berfungsi sebagai pengendali mutu.
Ia menambahkan, pihak kampus bersama yayasan tengah menyiapkan sistem penghargaan berbasis kinerja bagi seluruh unit kerja.
Ketua Pengurus Yayasan UNA, Mapilindo, mengingatkan bahwa mempertahankan capaian, termasuk akreditasi unggul, jauh lebih sulit dibanding meraihnya.
Ia mengibaratkan pengelolaan organisasi seperti permainan sepak bola yang membutuhkan strategi dan pemahaman peran.
“Jangan seperti main bola, semua bisa menendang tapi tidak paham posisi. Kalau tidak paham tugas, yang ada saling menyalahkan,” ujarnya.
Senada, Ketua Pembina Yayasan Syarifullah Harahap meminta LPPM lebih inovatif dalam menghasilkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Hasil penelitian harus bisa direalisasikan dan memberi solusi nyata, bukan hanya sebatas bahan ajar,” katanya.
Pelantikan ini menjadi momentum baru bagi sivitas akademika UNA untuk memperkuat kinerja dan kolaborasi.
Dengan kombinasi pengalaman dan energi baru di jajaran pimpinan, UNA menargetkan terus berkembang menuju visi “UNA Toward Excellence” sebagai perguruan tinggi unggul yang berkontribusi bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Asahan dan sekitarnya. (red)














