Medan – Kabar73.com || Upaya meningkatkan kualitas pendidikan hukum di Sumatera Utara mendapat dorongan baru setelah Universitas Asahan (UNA) melakukan audiensi resmi ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kamis (21/11/2025). Pertemuan ini menjadi langkah penting menuju kerja sama strategis melalui rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua institusi.
Rombongan UNA yang dipimpin Rektor Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung, S.H., M.H., hadir bersama pimpinan Fakultas Hukum, yakni Wakil Dekan Akademik Dr. Ismail, S.H., M.H., Wakil Dekan Administrasi dan Keuangan Irda Pratiwi, S.H., M.Kn., Sekretaris LKBH Saiful Rangkuti, S.H., M.H., serta KTU Fakultas Hukum Anwar Marpaung, S.H.. Mereka disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., bersama jajaran Asisten Pidsus Mochamad Jeffry, S.H., M.H., dan Asisten Intelijen Nauli Rahim Siregar, S.H., M.H.
Dalam pertemuan tersebut, Rektor Mangaraja Manurung memaparkan visi UNA sebagai universitas yang unggul di bidang pendidikan serta pengembangan lingkungan sosial dan lingkungan hidup. UNA kini menaungi 5 fakultas dan 13 program studi, termasuk dua program magister di bidang hukum dan manajemen yang menjadi unggulan.
Rektor menegaskan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi terus menjadi fokus UNA. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah membuka kesempatan magang bagi mahasiswa S1 dan S2 Hukum di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumut.
“Pengalaman langsung di dunia penegakan hukum sangat penting. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori hukum, tetapi juga menyerap praktik nyata di lapangan,” ujar Rektor Mangaraja Manurung.
Selain membuka ruang magang, UNA juga mengusulkan kerja sama formal melalui MoU yang akan menjadi payung kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. MoU ini juga diharapkan menjadi sarana peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam memahami hukum aplikatif.
Menanggapi paparan tersebut, Kepala Kejati Sumut Dr. Harli Siregar menyampaikan dukungannya. Ia menilai inisiatif UNA sangat sejalan dengan kebutuhan pengembangan SDM hukum yang berintegritas.
“Kejaksaan Tinggi Sumut sangat terbuka untuk bekerja sama. Kami siap menyediakan ruang magang, berbagi pengalaman, dan mempercepat proses kerja sama ini agar manfaatnya dapat segera dirasakan,” tegas Harli.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan aparat penegak hukum akan menghasilkan lulusan hukum yang lebih siap menghadapi tantangan di dunia praktik.
Audiensi ini menandai penguatan hubungan antara Universitas Asahan dan Kejati Sumut—sebuah langkah strategis yang diproyeksikan memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan hukum di Sumatera Utara. Kedua pihak sepakat untuk segera menindaklanjuti proses MoU dan membangun sinergi berkelanjutan bagi pengembangan SDM hukum yang profesional dan berdaya saing.
Melalui kemitraan ini, pendidikan hukum di UNA diharapkan semakin relevan, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan sistem hukum yang lebih kuat di Indonesia. (red)













