Tebing Tinggi – Kabar73.com || Musibah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kereta api kembali mengguncang warga Kota Tebing Tinggi. Sebuah mobil Toyota Avanza tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang, menyebabkan delapan penumpang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka berat.
Insiden tragis tersebut terjadi pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir. Mobil Avanza bernomor polisi BK 1656 ABP yang dikemudikan Abdul Kadir diketahui membawa delapan penumpang saat melintasi rel kereta api.
Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi AKP Lidya menjelaskan, kendaraan tersebut bertabrakan dengan Kereta Api Sribilah Utama (KA U53 CC 2018344) yang sedang melaju dari arah Parapat menuju Tebing Tinggi. Karena lokasi kejadian tidak dilengkapi palang pintu pengaman, tabrakan pun tak dapat dihindari.
“Mobil penumpang Toyota Avanza kontra dengan Kereta Api Sribilah Utama. Di dalam mobil terdapat delapan penumpang,” ujar AKP Lidya kepada wartawan.
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa warga sekitar sempat memberikan peringatan keras kepada pengemudi agar tidak melintasi rel. Kereta api saat itu sudah terlihat mendekat. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan sehingga mobil tetap melaju ke jalur rel.
Benturan keras membuat mobil mengalami kerusakan parah. Para korban langsung dievakuasi oleh warga bersama petugas ke RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian yang menerima laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memastikan kondisi seluruh korban. Dari hasil pendataan sementara, delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.
AKP Lidya menambahkan, berdasarkan informasi awal di lapangan, rombongan tersebut diketahui berasal dari Deli Serdang. Mereka sebelumnya menghadiri acara keluarga di Kabupaten Batu Bara, lalu melanjutkan perjalanan ke Sei Sigiling, Tebing Tinggi, untuk menjenguk kerabat yang sedang sakit. Setelah itu, rombongan hendak kembali pulang ke Deli Serdang sebelum kecelakaan terjadi.
“Informasi tersebut masih kami dalami lebih lanjut,” jelasnya.
Seluruh korban meninggal dunia kini berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Tebing Tinggi. Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko perlintasan kereta api tanpa palang, serta pentingnya kewaspadaan pengendara saat melintasi jalur rel, terutama pada waktu senja. (red)














