ASAHAN – Kabar73.com || Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Asahan kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya menu yang dibagikan kepada siswa sempat menuai protes dan viral di media sosial, distribusi MBG kini dilakukan setiap hari selama bulan Ramadan.
Pantauan di lapangan pada Senin (2/3/2026), pembagian MBG berlangsung di sejumlah sekolah dasar negeri di Kecamatan Kisaran Timur dan Kisaran Barat. Menu yang dibagikan dibedakan berdasarkan jenjang kelas, yakni porsi kecil dan porsi besar.
Untuk siswa kelas 4 hingga kelas 6 SD, disiapkan porsi besar yang berisi satu kotak susu vanila 110 ml, dua buah perkedel, tiga butir kurma, serta satu bungkus kacang tepung. Sementara itu, siswa kelas 1 hingga kelas 3 menerima porsi kecil dengan isi satu kotak susu vanila 110 ml, tiga butir kurma, dan dua buah perkedel.
Distribusi MBG selama Ramadan ini disebut sebagai respons atas evaluasi sebelumnya, setelah sejumlah orang tua menyuarakan kritik terkait kualitas dan komposisi menu yang dinilai belum sesuai harapan. Protes tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Meski demikian, pada kemasan menu yang dibagikan belum terlihat rincian harga maupun informasi nilai kandungan gizi sebagaimana arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Padahal, transparansi anggaran dan komposisi gizi menjadi salah satu poin penting dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
Merujuk pada kebijakan BGN melalui kanal resmi @menuMBG, anggaran program MBG telah ditetapkan berdasarkan kategori kebutuhan gizi dan jenjang pendidikan. Untuk kategori porsi kecil yang mencakup PAUD, TK, SD kelas 1–3 serta balita, anggaran ditetapkan sebesar Rp8.000 per paket. Sedangkan porsi besar untuk SD kelas 4–6, SMP, SMA/SMK, ibu hamil, dan ibu menyusui ditetapkan sebesar Rp10.000 per paket.
Seorang orang tua siswa di Kisaran, Suriani, mengakui adanya perbaikan dibandingkan pekan sebelumnya. Ia menilai komposisi menu yang diterima anaknya kini lebih layak.
“Sudah lebih baik lah menu minggu ini. Bisa dipertahankan jangan dikurang-kurangi,” ujarnya.
Meski ada apresiasi, masyarakat berharap kualitas dan kuantitas menu tetap konsisten serta sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan dan evaluasi berkelanjutan dinilai penting agar tujuan program MBG dalam meningkatkan asupan gizi siswa benar-benar tercapai. (red)













