Asahan, Kabar73.com || Sebanyak 125 anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Asahan mengikuti kegiatan khitanan massal gratis yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Asahan, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Asahan. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Baznas Asahan, Jalan Akasia, Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Selasa (24/06/2025).
Turut hadir dalam acara ini Asisten Administrasi Umum Setdakab Asahan, Kepala Kantor Kementerian Agama Asahan, Lurah Mekar Baru, Direktur Rumah Sehat Baznas Provinsi Sumatera Utara (Provsu), Ketua Baznas Asahan, Ketua MUI Kabupaten Asahan, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Baznas Kabupaten Asahan, Ir. H. Ansari Margolang, menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan bagian dari program kesehatan dan kemanusiaan yang rutin dilaksanakan oleh Baznas. Ia menyebut, program tersebut bisa terlaksana berkat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Asahan.
“Program kesehatan dan kemanusian yang dilakukan Baznas Kabupaten Asahan salah satunya ialah Khitanan Massal yang dilakukan hari ini. Baznas Kabupaten Asahan sejak 2019 sampai hari ini telah mengkhitan 585 anak di Kabupaten Asahan,” ujarnya.
Ansari menjelaskan, pada tahun ini jumlah anak yang mengikuti khitanan massal mencapai 125 orang, terdiri dari 100 anak yang difasilitasi Baznas Kabupaten Asahan dan 25 anak dari Baznas Provinsi Sumatera Utara. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Senada dengan itu, Direktur Rumah Sehat Baznas Provsu, Dr. dr. Elman Boy, Sp.KKLP, yang mewakili Baznas Provsu, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Atas nama Baznas Provsu, saya mengapresiasi kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan oleh Baznas Kabupaten Asahan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut, karena dapat membantu masyarakat Kabupaten Asahan yang membutuhkan,” ujar Elman.
Ia juga menjelaskan bahwa Baznas Provsu memiliki lima program prioritas di bidang kesehatan yang akan dilaksanakan ke depan, di antaranya adalah khitanan massal, penanggulangan stunting bekerja sama dengan berbagai mitra, pembangunan sumur bor di daerah tertinggal, serta program pelayanan kesehatan di wilayah minoritas dan terpencil.
Mewakili Bupati Asahan, Asisten Administrasi Umum, Drs. Muhilli Lubis, MM, menegaskan bahwa khitanan massal ini bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga menjadi wujud kepedulian pemerintah dan lembaga zakat terhadap masyarakat, terutama bagi keluarga kurang mampu.
“Khitanan massal ini merupakan kegiatan mulia dan dapat menjalin tali silaturahim serta sebagai wujud sumbangsih dan kepedulian kepada masyarakat terutama masyarakat kurang mampu. Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat, untuk mengukuhkan keislaman mereka serta memberikan pelajaran kepada anak-anak tentang pentingnya syari’at khitanan bagi kaum muslimin,” kata Muhilli.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa khitan merupakan ajaran penting dalam Islam yang tidak hanya berdampak pada spiritualitas, tetapi juga kesehatan jasmani.
“Khitan dapat dikatakan sebagai salah satu ajaran yang telah diterapkan dalam Islam, baik bagi laki-laki maupun perempuan, khitan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi kepentingan syiar Islam. Sebab, khitan bertujuan untuk kesehatan jasmani dan rohani,” sambungnya.
Muhilli juga menambahkan bahwa khitan menjadi simbol penyucian diri dan bentuk nyata ketundukan seseorang terhadap ajaran agamanya. “Melalui khitan, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan,” pungkasnya. (red)