Asahan – Kabar73.com || Hampir sepuluh tahun sudah Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Keberhasilan Program JKN tidak terlepas dari kolaborasi dengan seluruh stakeholder baik di tingkat pusat maupun daerah tidak terkecuali badan usaha. Melalui Program Donasi, badan usaha dapat berkontribusi dalam membantu masyarakat mengakses layanan kesehatan.
Program Donasi adalah salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membantu peserta Program JKN yang memiliki keterbatasan finansial dalam membayar iuran kepesertaannya. Bantuan tersebut dilakukan dengan melibatkan individu atau kelompok sebagai donatur. BPJS Kesehatan Cabang Kisaran dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu mengajak badan usaha untuk menjadi donatur Program Donasi dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) badan usaha.
Peran dari swasta sangat diperlukan untuk mendukung pembangunan di daerah termasuk untuk kesejahteraan masyarakat sekitar perusahaan. Dalam penyelenggaraannya juga perlu peran pemerintah daerah. Dalam hal jaminan kesehatan masyarakat, peran pemerintah daerah tidak hanya terkait anggaran melainkan juga dorongan partisipasi masyarakat agar berkontribusi dalam pembangunan.
Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 278 ayat (1) yang menyatakan bahwa penyelenggara pemerintahan daerah melibatkan peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam pembangunan daerah.
“Maka dibutuhkan kolaborasi dari 3 stakeholder yaitu pemerintah, badan usaha dan masyarakat,” tutur Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Zaid Harahap dalam Forum Perangkat Daerah Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2023 Kelompok Kerja Corporate Social Responsibility atau Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan, Senin (13/3) kemarin.
Sementara, Kepala BAPPEDA Kabupaten Labuhanbatu, Hobol Zulkifli Rangkuti mengatakan bahwa Kabupaten Labuhanbatu sedang memetakan masalah yang perlu perhatian khusus antara lain pengelolaan sampah dan jaminan kesehatan untuk masyarakat yang belum ter-cover dari segmen manapun. Hobol juga mengatakan bahwa jaminan kesehatan sangat penting karena dapat mencegah kemiskinan ekstrim.
“Adanya hal penting yang menjadi prioritas perhatian kita salah satunya adalah jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, termasuk di dalamnya pendanaan dari Program CSR badan usaha. Jaminan kesehatan ini memang perlu perhatian penuh karena hal ini adalah salah satu pencegahan terhadap kemiskinan ekstrim. Data terkini Labuhanbatu, kemiskinan ekstrim hampir mencapai 10 persen. Untuk peraturan daerah terkait CSR masih dalam proses pembuatan, akan dibuat sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegiatan utama badan usaha atau otonomi perusahaan,” ungkap Hobol.
Salah seorang peserta forum, Ronni Hasugian mengatakan bahwa pihaknya mendukung Program Donasi melalui Program CSR badan usaha. Ronni juga mengaku pihaknya sudah meminta kerja sama kepala desa dalam hal pendataan masyarakat.
“Pastinya kami mendukung penuh Program CSR ini. Kami memang sudah rutin melaksanakan Program CSR walau dengan bentuk lain. Namun untuk tahun ini, kami sedang mengusahakan donasi bagi masyarakat sekitar perusahaan untuk didaftarkan sebagai Peserta JKN. Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk pendataan warga mana yang perlu dibantu,” ungkap perwakilan perusahaan sawit swasta di Kabupaten Labuhanbatu dalam kegiatan tersebut.
Ditemui terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kisaran, Lenny Marlina T.U.M., mengapresiasi setiap pihak dalam terselenggaranya Program CSR badan usaha di Kabupaten Labuhanbatu. Lenny juga berharap semakin banyak badan usaha di Kabupaten Labuhanbatu dapat mengalokasikan dana CSR untuk pendaftaran masyarakat sebagai peserta JKN.
“Kami apresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam mendukung Program CSR badan usaha untuk peserta JKN, mulai dari membentuk forum rutin hingga menyusun dan menetapkan regulasinya. Selain itu kita juga apresiasi antusiasme dan komitmen badan usaha dalam membantu masyarakat sekitarnya untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Terima kasih juga kepada RSU Elpi Al Azis yang telah memberikan donasi kepada sebanyak 150 jiwa peserta JKN di Kabupaten Labuhanbatu. Kita harap ke depannya lebih banyak badan usaha yang menyalurkan dana CSR untuk masyarakat sekitar. Kontribusi tersebut juga sudah membantu Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu memastikan sekitar 33.000 masyarakatnya mendapatkan jaminan kesehatan,” tutur Lenny. (Red)