ASAHAN – Kabar73.com ||Tak ada panggung megah, tak ada musik atau protokol resmi. Di tengah lalu lintas pagi yang padat pada Rabu (6/8/2025), Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin S.Sos., M.Si., bersama Wakil Bupati Rianto, S.H., M.A.P., dan jajaran Forkopimda turun langsung ke jalan. Berdiri di trotoar depan Kantor Dinas Perpustakaan, mereka membagikan bendera Merah Putih satu per satu ke tangan pengendara dan pejalan kaki.
“Kalau hari ini masih ada rumah yang belum memasang bendera, bisa jadi bukan karena tidak cinta negara, tapi karena tidak punya. Maka kita bantu,” tegas Bupati, tanpa sambutan resmi.
Gerakan ini bukan sekadar rutinitas jelang HUT ke-80 RI. Pemkab Asahan menilai semangat nasionalisme lewat simbol negara seperti Merah Putih mulai luntur. Maka alih-alih gelar acara formalitas, mereka turun ke jalan.
Sebanyak 3.250 bendera Merah Putih dibagikan, hasil gotong royong antar OPD dan dukungan dari swasta lokal. Bendera itu disebar luas, tak hanya di pusat kota, tapi juga ke pelosok desa, rumah-rumah veteran, tempat wisata, sekolah, komunitas pelajar, hingga ke 14 perwakilan etnis di Kabupaten Asahan.
Fenomena menjamurnya bendera fiksi, seperti bendera bajak laut dalam serial One Piece, turut disorot. Bupati memberi respons tegas namun bernas.
“Silakan suka anime, itu hiburan. Tapi jangan sampai bendera fiksi dikibarkan lebih tinggi dari Merah Putih,” tegasnya.
Kepala Badan Kesbangpol Asahan, Ahmad Nizar Simatupang, S.T., menambahkan bahwa gerakan ini bertujuan mengembalikan semangat kebangsaan hingga ke rumah-rumah warga, bukan hanya terpampang di gedung pemerintah.
“Kami ingin Merah Putih kembali hadir di tiap rumah, tiap lorong, bukan cuma di kantor,” ujarnya.
Distribusi bendera akan terus dilakukan hingga 15 Agustus dan menjangkau seluruh kecamatan. Pemkab Asahan menekankan bahwa ini adalah ajakan, bukan pemaksaan.
“Kalau kita sendiri tidak menghormati Merah Putih, siapa lagi yang akan menjaga simbol negara ini?” tutup Bupati Taufik dengan nada penuh makna. (red)