ROMA, Kabar73.com || Bologna berhasil menciptakan sejarah baru dalam perjalanan klub dengan merebut gelar Coppa Italia 2025 usai menundukkan AC Milan dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang digelar pada Kamis (15/5/2025) dini hari WIB. Gol tunggal Dan Ndoye di babak kedua menjadi penentu kemenangan yang mengakhiri penantian panjang selama hampir tiga dekade.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. AC Milan tampil agresif dan langsung memberikan tekanan ke jantung pertahanan Bologna. Kesempatan emas tercipta saat Rafael Leão berhasil menembus sisi kanan pertahanan lawan, namun umpan silangnya gagal dimaksimalkan oleh Alex Jimenez.
Bologna tak tinggal diam. Melalui bola mati, Santiago Castro hampir saja membuka keunggulan dengan sundulan tajamnya, namun masih bisa ditepis oleh kiper AC Milan, Mike Maignan.
Pada menit ke-11, giliran penjaga gawang Bologna, Lukasz Skorupski, menunjukkan kualitasnya. Ia menggagalkan dua peluang beruntun Milan, termasuk tendangan liar dari Luka Jovic yang mengancam gawangnya usai bola membentur bek Bologna.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Bologna langsung menggeliat di awal babak kedua. Kesalahan antisipasi dari Theo Hernandez dimanfaatkan Dan Ndoye yang menyambar bola liar, menggiringnya ke kotak penalti dan melepas tembakan keras yang tak mampu dihalau Maignan. Bologna unggul 1-0 di menit ke-53.
AC Milan mencoba bangkit dan menekan pertahanan Bologna, namun permainan terburu-buru dan ketatnya lini pertahanan lawan membuat Rossoneri kesulitan menciptakan peluang bersih. Sementara itu, Bologna tampil solid dan disiplin, tetap menekan dengan pola pressing yang terorganisir.
Peluang kembali hadir bagi Bologna melalui sepakan voli Ndoye dan tusukan Jens Odgaard, namun tidak berbuah gol tambahan. Meski terus mendapat tekanan di menit-menit akhir, Bologna berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi gelar Coppa Italia pertama bagi Bologna sejak 1974 dan trofi resmi pertama sejak memenangkan Piala Intertoto pada 1998. Di bawah asuhan Vincenzo Italiano, Rossoblu membuktikan bahwa kerja keras dan disiplin bisa mengantarkan mereka ke puncak prestasi sepak bola Italia. (red)