ASAHAN – Kabar73.com || Sebanyak 47 pria diamankan oleh jajaran Polres Asahan dalam sebuah razia premanisme yang dilaksanakan di sejumlah titik strategis di wilayah Kabupaten Asahan, khususnya di Kota Kisaran. Penindakan ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Pekat Toba 2025, yang digelar secara serentak di bawah koordinasi Polda Sumatera Utara sejak awal Mei.
Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Ghulam Yanuar Lutfi, menyampaikan bahwa para pelaku yang ditangkap mayoritas terlibat dalam praktik parkir liar dan aksi pemalakan, serta aktivitas meminta-minta dengan dalih memperbaiki jalan rusak.
“Operasi ini kami laksanakan sebagai bentuk respons atas keluhan masyarakat terkait keberadaan oknum yang kerap meresahkan di tempat umum. Kami tidak akan mentoleransi tindakan-tindakan seperti itu,” ujar AKP Ghulam saat dikonfirmasi pada Rabu (14/5/2025).
Ia menambahkan, aksi-aksi semacam ini tergolong sebagai kejahatan jalanan, yang tidak hanya mengganggu kenyamanan warga tetapi juga menurunkan rasa aman di ruang publik.
Menurut Ghulam, razia ini juga bertujuan menciptakan ruang sosial yang aman dan tertib bagi seluruh masyarakat. “Premanisme dalam bentuk apapun akan kami tindak secara tegas. Masyarakat berhak atas lingkungan yang bebas dari ancaman dan pungli,” tegasnya.
Hingga saat ini, ke-47 pria yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Asahan. Mereka didata dan dimintai keterangan, dan apabila ditemukan unsur pidana, proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Polres Asahan juga mengajak warga untuk terus proaktif dalam melaporkan setiap aktivitas premanisme di lingkungan masing-masing. Ghulam menegaskan bahwa partisipasi publik sangat penting dalam mendukung upaya menjaga ketertiban dan keamanan.
Operasi Pekat Toba 2025, yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 21 Mei, menjadi langkah strategis aparat kepolisian untuk menekan angka kriminalitas jalanan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. (red)