Tanjungbalai – Kabar73.com || Kota Tanjungbalai kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan internasional di Sumatera Utara. Sebanyak 85,16 ton komoditas unggulan dengan nilai mencapai Rp919,3 juta resmi diberangkatkan ke Malaysia melalui Pelabuhan Teluk Nibung, Rabu (20/8/2025).
Pelepasan ekspor tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat Manaor Panggabean, dalam sebuah seremoni yang mengusung tema “Bersama Karantina Bersatu Meningkatkan Kemandirian Pangan.” Turut hadir Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara, unsur Forkopimda, serta berbagai instansi terkait.
Pelabuhan Teluk Nibung, yang dikenal sebagai salah satu pelabuhan tertua di Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan. Lokasinya yang strategis di jalur Sungai Asahan menuju Pantai Timur Sumatera menjadikannya pusat aktivitas ekspor yang diharapkan mampu memperkuat roda ekonomi daerah.
Muatan ekspor kali ini cukup beragam, mencakup sektor perikanan, pertanian, hingga hasil alam. Dari sektor perikanan antara lain shrimp paste, gurita beku, ribbon fish beku, conger eel beku, ikan kembung, selar, bawal, hingga senangin. Sedangkan sektor pertanian menghadirkan produk segar seperti alpukat, pisang, salak, ubi jalar, cabai, hingga durian beku, ditambah madu alam yang juga turut diekspor.
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, menekankan pentingnya peran karantina dalam memastikan kualitas produk ekspor sekaligus mendorong daya saing pelaku usaha daerah.
“Ini bukti nyata bahwa produk asal Tanjungbalai sanggup menembus pasar internasional. Barantin akan terus mendukung diversifikasi, mempercepat proses perizinan, serta memberikan pendampingan teknis agar produk lokal makin kompetitif,” ujarnya.
Selain pengawasan, Barantin juga aktif memberikan sertifikasi dan bimbingan teknis bagi para pelaku usaha. Langkah ini diharapkan membentuk ekosistem bisnis yang lebih kuat sehingga Tanjungbalai tidak hanya dikenal sebagai kota pelabuhan, tetapi juga sebagai pusat komoditas ekspor berkualitas.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara, menyatakan apresiasinya atas sinergi yang terbangun antara pemerintah, Barantin, dan pelaku usaha.
“Setiap langkah ekspor bukan hanya membawa nama baik Tanjungbalai, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan menambah devisa negara,” tegasnya.
Mahyaruddin menambahkan, Pemko Tanjungbalai terus berupaya menghadirkan terobosan pembangunan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur. Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong untuk memajukan kota.
“Dengan kolaborasi yang solid, saya yakin Tanjungbalai akan tumbuh menjadi kota yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. Pelepasan ekspor ini hanyalah permulaan dari langkah besar menuju masa depan tersebut,” pungkasnya. (red)