Asahan – Kabar73.com || Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH., M.AP, menghadiri acara pelantikan pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tingkat Kecamatan serta Kelurahan/Desa se-Kabupaten Asahan tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TP PKK Kabupaten Asahan, yang digelar pada Kamis (19/6/2025) di pendopo rumah dinas Bupati Asahan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan harapannya agar TP PKK dapat semakin memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan TP PKK untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan keluarga di seluruh pelosok Asahan.
“Kami berharap TP PKK dapat menjadi garda terdepan dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera. Keberadaan TP PKK sangat penting dalam mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Asahan yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan,” ujar Rianto.
Ia juga mendorong agar TP PKK mampu hadir secara aktif dalam pelaksanaan program-program lintas sektor, khususnya yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penguatan kelembagaan dan komitmen bersama menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, dalam sambutannya menekankan bahwa rakornis tahun ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara TP PKK Kabupaten, Kecamatan, hingga Kelurahan/Desa. Ia menyebut bahwa rakornis bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang evaluasi, komunikasi, serta konsolidasi program kerja ke depan.
“Kami ingin memastikan bahwa 10 program pokok PKK benar-benar dijalankan secara nyata di lapangan, bukan sekadar kegiatan administratif. Oleh karena itu, komunikasi antarlembaga dan dukungan dari seluruh stakeholder sangat diperlukan,” tutur Yusnila.
Ia juga mengingatkan bahwa peran TP PKK dewasa ini telah berkembang, tidak lagi hanya berkutat pada kegiatan sosial atau seremonial, melainkan menjadi bagian dari pembangunan strategis daerah. Untuk itu, pihaknya mendorong sinergi yang lebih erat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun sektor swasta dan komunitas masyarakat lainnya.
Menutup sambutannya, Ny. Yusnila menyoroti sejumlah isu krusial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti percepatan penurunan angka stunting, pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), penguatan pola asuh anak dan remaja di era digital, pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan pekarangan, pemberdayaan perempuan, serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. (red)