Asahan, Kabar73.com — Warga dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat pria di jalur kereta api pada petak jalan antara Stasiun Kisaran (KIS) dan Stasiun Hengelo (HL), tepatnya di titik Km 0+7/8, Minggu (18/5/2025) sekitar pukul 03.20 WIB.
Mayat pertama kali dilaporkan oleh petugas PPKA Stasiun Kisaran bernama Aidil. Tak lama berselang, sekitar pukul 03.40 WIB, Kapolsek Kota Kisaran Iptu Syamsul Bahri memerintahkan Kanit Bimas IPDA J. Matondang beserta personel Polsek Kota Kisaran untuk melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati tubuh korban telah tergeletak di tengah rel kereta api. Proses evakuasi pun dilakukan, dan jenazah langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah sebelum dibawa ke RSU Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran untuk keperluan visum.
Pihak kepolisian menduga korban tertemper kereta api Sribilah Utama (KA U56) yang melintas terakhir di jalur tersebut dalam perjalanan dari Medan menuju Rantau Prapat (MDN–RAP).
Korban diketahui bernama Ramat Gultom, pria berusia 40 tahun, beragama Kristen, dan tinggal di Jalan Bangau, Kelurahan Lestari, Kecamatan Kisaran Timur. Kepastian identitas korban didapat setelah pihak keluarga, Johan Siahaan dan istrinya Saur Br Manurung, datang ke RSU Haji Abdul Manan Simatupang untuk memastikan jenazah adalah kerabat mereka.
Setelah proses identifikasi selesai, keluarga membawa jenazah ke rumah duka di Pasar VIII, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi yang menyatakan tidak bersedia dilakukan otopsi, sebagaimana dikonfirmasi oleh Humas Polres Asahan.
Sementara itu, Manajer Pengamanan Divre I Sumatera Utara, Wahyudin Arif, menjelaskan bahwa peristiwa ini tidak mengganggu perjalanan kereta api. “Kami pastikan tidak ada keterlambatan operasional akibat kejadian ini, namun kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendalami penyebab kejadian,” ujar Wahyudin.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan tidak beraktivitas di jalur rel demi menjaga keselamatan bersama. (red)