Batubara – Kabar73.com || Koordinator Daerah Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia (KORDA MAKI) Kabupaten Batubara, M Yassir Pratama, angkat bicara menanggapi pengunduran diri tiga kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batubara. Pernyataan ini disampaikan Yassir saat diwawancarai awak media pada Jumat, 25 April 2025.
Menurut Yassir, mundurnya seorang pejabat dari jabatannya merupakan hal yang lumrah dalam dunia birokrasi. Ia menilai keputusan tersebut bisa didorong oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari kepentingan pribadi maupun tekanan eksternal.
“Keputusan untuk mundur dari jabatan bukanlah sesuatu yang mengejutkan atau luar biasa. Banyak aspek yang bisa melatarbelakanginya, mulai dari kinerja yang tidak sesuai harapan, tekanan publik, hingga alasan kesehatan atau keluarga,” jelas Yassir.
Salah satu pejabat yang mengundurkan diri, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Kurnia Lismawatie, diketahui menyampaikan alasan kesehatan sebagai dasar pengunduran dirinya. Sedangkan dua kepala dinas lainnya, yakni dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Lingkungan Hidup (Perkim-LH) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), mengundurkan diri karena alasan pribadi.
Yassir menilai bahwa dinamika ini bisa menjadi momentum strategis untuk melakukan penyegaran di tubuh birokrasi pemerintahan. Ia melihat peluang munculnya sosok-sosok baru yang mampu membawa semangat dan ide-ide progresif dalam melayani masyarakat.
“Ini justru menjadi kesempatan untuk regenerasi kepemimpinan. Masa pemerintahan Bupati Baharuddin dan Wakil Bupati Syafrizal bisa memanfaatkan momen ini untuk mendorong perubahan positif melalui figur-figur baru yang berintegritas dan inovatif,” ujar Yassir.
Ia menegaskan bahwa proses seperti ini adalah bagian wajar dari dinamika pemerintahan. Namun demikian, ia mengingatkan agar proses transisi jabatan dijalankan dengan profesionalisme, transparansi, dan tetap berpihak pada kepentingan publik.
“Mundurnya tiga kepala dinas bukan akhir dari segalanya. Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah daerah menyikapi dan mengelola transisi ini secara bijak, serta memastikan posisi-posisi yang kosong segera diisi oleh pejabat yang memiliki kompetensi dan dedikasi untuk kemajuan Kabupaten Batubara,” pungkasnya. (red)